Kata Kata Senang Dan Bahagia

Di posting oleh sakray pada 01:30 AM, 12-Jul-13

Di: Ruang Hati

senang-bahagia.jpg

kata kata senang dan bahagia

menggambarkan kita tentang keadaan isi hati yang sedang gembira entah itu karena sebuah keinginan yang tercapai ataupun senang melihat sesuatu atau merasakan sesuatu yang kita kehendaki atas asumsi pemikiran kita dan seringkali perasaan senang dan bahagia hanya mampu kita ungkapkan tanpa kata kata

untuk itu mari kita lihat lebih dekat tentang kata kata senang dan bahagia di bawah ini

wahai hati yang sedang tersenyum tahukah engkau dalam kesenangan juga kegembiraan yang engkau tampakan dalam senyumanmu telah aku rajut dan aku untai kesenangan dan kegembiraanmu dalam doa doa yang aku panjatkan semoga engkau selalu diberi kebahagian,kesenangan,kesehatan dan di panjangkan usia dan setiap ke inginan serta harapan yang engkau cita citakan terkabulkan

duhai hati yang berharap kebaikan tunaikan lebih dulu kasih sayang yang engkau tebarkan di setiap langkah serta tutur sapa berbudi pekerti karna sesungguhnya hakekat kebaikan adalah apa yang kita tanam jika kebaikan buah darinya adalah kebahagian

kalau kau senang hati tepuk tangan. Bila kau senang hati tepuk tangan. Jika kau bahagia hati...? Ya..tepuk tangan

tepuk-senang.jpg

demikian kata kata senang dan bahagia saya tulis walau ngawur semoga jadi inspirasi bagi anda karna yang tahu kesenangan serta kebahagian hari ini hanya anda sendiri dan jika kebahagian serta kesenangan ada pada anda hari ini bukanlah kata kata yang harus anda cari terlebih dulu ucapkanlah syukur kepada sang pemberi nikmat yaitu ALLAH S.W.T yang telah memberi segala kesenangan serta kebahagian dan saya mohon maaf jika apa yang anda cari tidak dìtemukan disini. Jika anda mau terus melanjutkan membaca artìkel ini mari saya ajak anda membaca secuil cerpen kisah keluarga yang terhubung dengan kesenagan dan kebahagiaan yang berjudul

cerpen senang dan bahagia yang tertunda

konon hiduplah keluarga miskin yang tinggal di desa yang sangat subur makmur. Pak sani dan bu sani dikaruniai dua orang anak laki laki yang masih kecil .pak sani bekerja sebagai buruh tani dan bu sani sebagai ibu rumah tangga.. Di tengah sebuah desa yang penuh kemakmuran ladang dan sawah tumbuh subur hijau royo royo akan tetapi nasib berkata lain sebagai buruh tani kecil hidup keluarga pak sani sungguh mengharukan dengan keadaan rumah yang reot terbuat dari bilik bambu yang di makan rayap.dan makan sehari haripun apa adanya hanya nasi sayur dan dedaunan sebagai lalapan serta ikan ikan kecil yang selalu di dapat disungai oleh bu sani untuk memenuhi kebutuhan gizi keluarganya sekaligus membantu beban ekonomi suaminya walaupun ikan ikan kecil itu tidak laku dijual setidaknya dapat dimakan sendiri . Dan bukanya tak pernah mau bu sani menjajakan ikan ikan kecil itu yang ada hanya jadi bahan tertawaan serta ocehan orang sekitar dan bagaimana tidak menjadi tertawaan ditengah sebuah desa yang makmur sawah ladang tumbuh subur hijau royo royo kehidupan masyarakan desa dalam memilih lauk pauk bukan lagi ikan kecil yang pahit melainkan ikan besar seperti ikan gurame ikan mas dan yang lainya

yang menjadi bahan kesedihan bagi keluarga pak sani bukanlah keadaan keluarganya yang serba kekurangan melainkan keberadaan keluarganya di desa itu seakan tidak di hiraukan oleh para tetangga yang lain yang rata rata tetangganya hidup dalam kemewahan dan dalam setiap acara hajatan maupun pesta yang lain pak sani belum pernah sekalipun di undangan dan pada suatu ketika anak anak sulung pak sani bicara. Pak kenapa bapak tak pernah membawa oleh oleh dari yang sedang hajatan sedangkan yang lain dapat ko bapak tidak ..? Ujang juga sekali kali ingin makan daging pak..,!

mendengar anaknya berkata seperti itu hati pak sani terenyuh dan berucap pada anaknya yang belum mengerti tentang hidup. Anakku nanti bapak juga akan hajatan saat ujang disunat..

singkat cerita pak sani mengadakan hajatan syukuran khitanan anak sulungnya yang bernama Ujang. Dengan segala persiapan yang sederhana dan dìbantu beberapa tetangga yang simpati kepada keluarga pak sani mulailah kesibukan dari menumbuk padi menjadi beras sampai mencari sayur mayur di ladang dan di sawah seperti semanggen,genjer dan kangkung liar juga tidak ketinggalan ikan ikan kecìl di tangkap dan dikumpulkan.. tidak lupa tetangga dekat dan jauh di undang peron maksudnya di undang secara lisan tanpa surat undangan

betapa besar pengorbanan pak sani betapi tidak padi yang seharus diperuntukan untuk kebutuhan makan 3 sampai 4 bulan kedepan ia kerbankan demi syukuran khitanan anaknya

hari H pun tiba hidangan telah dì siapkan berbakul bakul nasi dan urap urapan genjer,kangkung, semanggen serta ikan ikan kecil sangrai dì goreng tanpa minyak sayur telah terhidang di meja meja bambu..suguh suatu hajatan yang tidak lazim

tamu tamu yang di tunggu tak kunjung datang .hanya berapa tetangga dalam hitungan jari yang datang itupun masih terbilang saudara..dan kebanyakan tetangga yang lain hanya menonton dan mencibir..

lanjut membaca >>

Bagikan ke Facebook Bagikan ke Twitter

Komentar

Belum ada komentar. Tulislah komentar pertama!

Komentar Baru

[Masuk]
Nama:

Komentar:
(Beberapa Tag BBCode diperbolehkan)